YANS TEMPLATES - Yandix HANTU
PUPUK HANTU Teknologi JimmyHantu-150» Mutiara Keraton Jimmy & Co Trans Bisnis Indonesia» CV.Gemah Ripah Nusantara Divisi Pengembangan Usaha dan Distribusi

Rabu, 26 Mei 2010

Jimmy Hantu

Jimmy Hantu. Laki-laki bersahaja yang suka ceplas-ceplos itu menyita perhatian saya. Bukan soal penemuannya, tetapi soal sikap dan ambisinya membebaskan petani dari ketergantungan terhadap pupuk kimia dan kebutuhannya sehari-hari. Dia sedang meretas jalan memberdayakan wong tani agar sejahtera dan mandiri.

Mampir ke rumahnya di Bogor, hidup terasa nikmat. Tanaman tumbuh di mana-mana, memenuhi halaman depan, samping dan belakang rumah. Jika cuci tangan atau mandi, sabun yang dipakai buatan sendiri. Saat makan, nasi, sayur-sayuran, lombok, tomat, juga hasil tanaman sendiri.

Tanaman herbal yang terserak memberi manfaat banyak pihak. Apotik hidup itu menyumbangkan obat gatal, liver, diabetes, katarak, sampai kanker dan kencing batu. Datang ke rumahnya dan cerita tentang keluhan, maka Jimmy memetikkan daun atau batang tanaman untuk dimasak di rumah.

Dari tanaman obat itu Jimmy Hantu memenuhi kebutuhan rumahtangganya. Malah untuk kosmetika istri dan puluhan perempuan di daerah ini, Jimmy Hantu mengolah tanaman itu menjadi krem pembersih atau bedak kecantikan. Semua itu tidak perlu bayar. Jimmy Hantu memberinya cuma-cuma, malah mengajari agar menanam dan memproduksi sendiri di rumah.

Menyatu dengan alam serta memanfaatkan lingkungan tanpa merusaknya telah dijalani puluhan tahun lewat. Hasil pengelanaannya melihat dan menyatu dengan para petani membuatnya menciptakan hormon, pupuk, dan benih cepat tumbuh, serta aman bagi manusia.

Hormon ini yang menggoncangkan jagat pertanian Indonesia dan melambungkan namanya. Pupuk organik yang terbuat dari bahan-bahan nabati dan hewani itu mukjijat bagi petani. Dengan pupuk itu hara tanah tidak rusak, tanaman subur, waktu panen bisa dipercepat, dan bulir padi montok berisi.

Hormon yang fenomenal itu disebut Hormon Tanaman Unggul yang disingkat Hantu. Jimmy sebagai penemu akhirnya menyatu dengan atribut Jimmy Hantu. Targetnya, jika semula panenan petani tak lebih dari empat hingga lima ton padi per hektar, sekarang dia merancang target 10 ton/hektar.

Itu tak muluk. Sebab yang sudah dipraktekkan, dengan teknologi Jimmy Hantu itu tanaman padi per hektar menghasilkan 8 ton padi kotor. Jika ditambah sedikit sentuhan saat pra tanam, maka target itu bukan sesuatu yang mustahil.

Untuk mengawal target itu, Jimmy menciptakan kader-kader pertanian. Sudah ribuan orang dilatih dan diajari 'hidup mandiri'. Kader yang tersebar di Nusantara itu 'diharamkan' mengkonsumsi produk jadi. Dia diajari menanam dan mengolah, dan dari situ segala kebutuhan hidupnya terpenuhi.

dikutip dari " Joko Suud Sukahar"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar